Kita lanjut ke part 2 yuk, kita bahas 2 tipe strategi sisanya nih. Day Trading dan scalping. Mana yang bagus dan cocok buat kalian?? yuk kita bahas
Day Trading (Mau Trading setiap hari tapi gagitu sibuk)
merupakan strategi trading dimana kita memanfaatkan momentum pergerkaan harian sebuah saham. Inti utama strategi ini adalah kita mau make sure apakah saham yang kita beli sudah berhenti turun, atau akan melanjutkan kenaikannya.
Kelebihan
- Faster Moving Capital >> Modal kalian ga nyangkut lama di satu saham. Gak sampe seminggu, kalian udah tau result trading di saham itu seperti apa. Apakah untung? atau rugi? Dengan day trading, kalian gaperlu lagi mengalami yang namanya rugi waktu.
- Keuntungan bisa lebih besar daripada swing / trend following dalam sebulan >> strategi trend folowing memang sih menghasilkan reward / trade yang besar. tapi biasanya susah diwujudkan dalam rentang waktu 1 bulan. Jadi ,, bisa aja baru ketahuan performancenya di bulan ke-2 atau bulan ke -3. Beda dengan day trade, dalam sebulan kalian udah bisa tau resultnya apakah untung atau rugi sih?
- Lebih mudah dicari >> saham - saham yang naiknya kecil-kecil itu cenderung lebih mudah dicari dibanding nyari saham yang naik puluhan atau bahkan ratusan persen. Jadi, kalian gaperlu pusing lagi nyari saham mana yang bagus karena memang nature dasarnya adalah mudah dicari
Kelemahan
- Butuh keterikatan waktu >> karena memang kita akan trading setiap hari, maka kita butuh komitmen waktu untuk memantau saham yang kita beli. Kalau gabisa pantau gimana? cenderung jelek sih resultnya
- Risikonya lebih tinggi >> karena tradingnya setiap hari, tentu dari sisi psikologisnya akan lebih berat. Kalian bisa aja loh kena stres setiap hari kalau ga untung-untung. Nah, makanya?? kalian siap ga dengan risiko itu ? sebelum terjun pikirin ini dulu
Scalping (Si Cuan Tertinggi)
merupakan strategi dimana trading dilakukan dalam kurun waktu singkat. Bisa menitan bahkan hingga detik. Gila ga sih? nah karena karakteristik ini nih menjadikan scalper memberikan keuntungan yang terbesar kalau memang udah pro banget
Kelebihan
- Compounding >> scalper itu memungkinkan modal kamu compounding dengan sangat cepat. modal 1 juta aja, 1 hari naik 5-10% itu mungkin banget dengan strategi scalping
- Tidak ada risiko menginap >> saham-saham yang kalian beli cenderung tidak terpengaruh risiko global. Kalau marketnya lagi jelek di pagi hari yasudah tidak perlu memaksakan diri trading. Tapi kalau lagi bagus, gas terussss
Kelemahan
- High risk >> Dari skala 1-10 bisa koko bilang strategi ini risikonya ada di 8-10. Tapi seiring berjalannya waktu dan pengalaman, bisa turun ke 6-7.
- Tidak untuk semua orang >> Strategi ini sangat-sangat terspesialisasi. Tidak semua orang bisa menggunakan strategi ini dan sanggup dengan drawdown yang besar
Kesimpulan
Dari 2 part tadi bisa ditarik sebuah kesimpulan bahwa tidak ada 1 strategi yang terbaik. Setiap strategi punya kelebihan dan kelemahannya masing-masing serta keunikannya sendiri. Nah, tugas kita adalah memeriksa ke diri sendiri, kita lebih cocok ke strategi yang mana. Setelah ketemu, tugas kita selanjutnya adalah coba berfokus dan mendalami strategi tersebut secara mendalam. Sampai sudah bisa cuan konsisten baru deh kita pindah belajar strategi lain
Nah, kalau kalian butuh guidance ilmu day trading, koko punya ilmu patennya nih.
- Dapet Screener
- Dapet Metode
- Bisa jadi seorang trader mandiri
- Bisa cuan konsisten
Kalau kalian mau join kelasnya make sure kalian sudah klik link dibawah
https://cuanbarengkoko.com/webinar-day-trading/
Pertanyaan ini paling sering banget koko temui ketika webinar. Maksimal punya berapa saham sih ko untuk day trading? atau, day trading itu idealnya beli berapa saham yaa? di artikel ini koko akan bahas. Yuk kita mulai !!
Sebenernya tidak ada guidance baku yang harus diikuti terkait punya berapa saham untuk day trading. Semuanya pasti akan based on experience dan kesanggupan individu tersebut dalam memantau saham yang dia beli. Sebenernya ada 2 metode simple yang bisa klaian gunakan untuk mengetahui entry sizing dalam day trading yang sesuai dengan portfolio kalian
> SAMA RATA
merupakan metode dimana entry sizing kita tergantung berapa banyak saham yang kita ingin punya. Artinya kalau maksimal kita hanya ingin memiliki 5 saham saja, kalian akan membagi masing-masing sama rata porsinya di 20%. Jujur, koko sendiri tidak bisa memaintain 5 saham day trading secara bersamaan. Koko sendiri maksimal memaintain 3 saham saja. Artinya, koko bisa membagi porsi sama rata tersebut jadi masing-masing +- 30% dari total portfolio.
Artinya jika memiliki portfolio 100juta, maka entry di 1 saham akan berada diangka 30-33 juta.
> RISK BASE METHOD
merupakan metode dimana entry sizing kita akan bergantung dari "BERAPA RISIKO YANG KITA SANGGUP TERIMA PER 1 TRADE". Misalnya risiko 1x trading kita ada diangka Rp 1 juta sedangkan portfolio kita Rp 50 juta. maka risk nya adalah 2% / 1 trade. Biasanya dengan angka 2% / trade akan membuat kita maksimal hanya memiliki 3 saham saja.
Ko, angka risiko ku terlalu besar, harus ngapain?
- kurangi portfolio (dana RDN)
- kurangi risk / trade
Tidak ada patokan pasti terkait berapa % risk dari level portfolio yang harus jadi batasan kalian. Semua kembali ke diri kalian lebih cocok diangka berapa
> Ko, koko sendiri pake yang mana?
Kalau koko, koko lebih cenderung menggunakan yang versi sama rata. Kenapa? karena positifnya lebih mudah dimaintain dan dihitung. Tapi minusnya,, secara cutloss bisa tidak terkontrol. Bisa jadi angka cutloss tersebut lebih besar dari yang kita jaga. Again, tidak ada strategi yang terbaik terkait entry sizing ini, yang terbaik adalah yang sesuai dengan profil risiko kalian
Mau belajar day trading lebih detil dari kelas yang sudah proven bantu banyak orang? buruan langsung aja join "KELAS DAY TRADING MASTERCLASS". Webinar ini ga cuma bahas tentang metode, tapi juga gimana caranya kita manage risiko dengan baik dan mengoptimasi cuan kita. buruan join "WEBINAR DAY TRADING" ini karena sisa 5 seat untuk Januari mendatang
https://cuanbarengkoko.com/webinar-day-trading/
Pernah gak sih day trading kalian rugi terus? mungkin saham-saham yang kalian tradingkan itu masuk dalam kriteria-kriteria seperti dibawah ini nih. Seharusnya kalian ga trading di saham ini, tapi kalian malah trading !! Akhirnya malah rugi !!
- Saham yang candlesticknya Tidak jelas. Definisi tidak jelas disini adalah (terlalu sering open = high, dan terlalu sering open = low). Sehingga candle yang muncul most likely hanya badan saja. Saham seperti ini muncul karena memang sahamnya tidak likuid. Saham yang tidak likuid akan mempersulit entry sizing kalian. Kalian mungkin bisa entry, tapi belum tentu bisa exit karena posisi kalian terlalu besar. Contohnya kalian bisa cek kode saham "OILS".
- Saham dengan trend yang tidak jelas. Saham yang trendless (tidak uptrend atau downtrend) cenderung lebih sulit untuk dianalisa. Pada saham uptrend tugas kalian adalah memeriksa keberlanjutan kenaikan saham tersebut, sedangkan pada saham downtrend tugas kalian adalah menganalisa pembalikan arah saham tersebut. Sedangkan untuk saham trendless, kalian sulit untuk mengidentifikasi hal itu. Sehingga, kalian akan cenderung lebih sulit untuk mencari cuan disini.
- Saham yang tidak memiliki inflow. Saham yang tidak memiliki inflow juga sulit untuk ditradingkan. Kenapa? karena dengan tidak adanya inflow tersebut, saham tersebut akan sulit untuk melanjutkan kenaikannya. Inflow ini kalian bisa lihat dari candlestick dan volume atau kalian bisa liat juga broker summary nya. Tugas kita adalah mencari inflow yang ada di saham tersebut dan inflow tersebut menetap. Supaya ketika saham tadi berhasil breakout atau masih berada di area support, saham tersebut mantul dan memberikan respon
Nah, kalau kamu mau belajar dengan lebih cepat mencari saham yang bagus untuk day trading , kamu wajib banget join "WEBINAR DAY TRADING" yang satu ini. Dijamin, bantuin proses belajar kamu dengan lebih cepat dan dijamin juga memberikan materi yang super daging, bisa klik linknya dibawah !!
https://cuanbarengkoko.com/webinar-day-trading/
Ternyata, sadar atau ga sadar sifat yang sering kamu lakuin ini ngebuat kamu susah banget sukses jadi trader !! Sifat apa aja itu? yuk kita bahas
- Sifat Perfeksionis > sifat ini membuat kamu susah banget sukses. Kamu hanya berfikir secara perfeksionis, kamu hanya mau membeli saham di harga paling bawah jual paling tinggi which is itu sangat tidak mungkin bisa dilakukan dalam dunia pasar saham. Dengan punya sifat ini, kamu tidak akan bisa survive di pasar saham. Karena kamu akan menjadi stresful dan underpressure setiap harinya
- Sifat Greedy > kamu terlalu banyak melihat yang bagus-bagus di sosial media. Misalnya saham A naik 100%, saham B naik 1000%, saham C naik 500%. Padahal faktanya, saham seperti itu sangat-sangat sulit didapatkan kecuali terjadi krisis di sektor energi (perusahaan siklikal related). Akhirnya dalam trading kamu tidak menghargai cuan kecil-kecil dan menjadi sangat greedy. Yang harusnya di take profit tidak di take profit, akhirnya malah nyangkut dan rugi
- Sifat Tidak disiiplin > kamu hobi untuk denial. Saham-saham yang seharusnya sudah dijual kamu ga jual. Saham-saham yang seharusnya sudah kena batasan area stoploss kamu ga stoploss. Akibatnya? porto sangkut dalem dan susah untuk recovernya.
- Sifat menyalahkan orang lain > kamu tidak percaya atas diri kamu sendiri, akhirnya kamu menyalahkan orang lain yang seharusnya tidak kamu lakukan. Mengakui kesalahan diri sendiri dan melakukan evaluasi merupakan cara ampuh supaya kamu bisa sukses
Penting banget untuk punya komposisi yang pas atas keempat sifat ini. Mengerti salah , memperbaiki diri dan terus belajar merupakan kunci utama yang bisa membuat kamu sukses menjadi seorang day trader. Nah kalau kamu mau jadi seorang day trader yang handal kamu wajib banget ikutan kelas day trading online ini sih !
Kelasnya via zoom , dapet screener siap pakai, metode yang oke dan juga diajarin sama mentor yang experience dan terlatih !! klik link dibawah kalau mau join "KELAS DAY TRADING ONLINE" ini
https://cuanbarengkoko.com/webinar-day-trading/