Artikel ini penting banget sih, gw bakal bahas artikel ini dari angle pengalaman gw dalam day trading. Day Trading itu emang bikin nagih, tapiii, kalian harus tau, ada loh saat-saat dan momentum dimana kalian harus stop sebentar, stop sejenak, take a rest supaya kedepannnya day trading kalian bisa lebih baik lagi. Terus, momen kayak gitu kapann koo? yuk kita bahas

1. Momen ketika IHSG super bearish

Ketika IHSG sedang sangat-sangat jelek, disana lah kalian harus stop melakukan day trading sementara waktu. Kenapa? karena tekanan seller jauh lebih banyak dari buyer. Bayaangin, kalau dalam sehari sampe ada 500+ hingga 600+ saham yang merah. Gimana kalian mau day trading? ini tuh ibaratnya kalian mancing di sungai, tp sungainya lagi tsunami. Masih bisa ga mancing? masihh bisaa, tapi pasti sangat sulit dan malah mengancam nyawa kalian sendiri

2. Ketika Portfolio sudah minus 10%

Ketika kerugian kita dalam sebulan sudah menyentuh 10%, itulah momen dimana kita harus stop sejenak, mulai evaluasi trade yang sudah dilakukan, belajar lagi. Jangan dilanjutin !! kenapa? karena yang ada malah kerugiannya itu bisa makin dalem. By the way ini pengalaman gw pribadi, dan gw udah ngalamin hal-hal yang kayak gini. -10% nya bukan recover, tapi malah drop lebih dalem lagii.

3. Ketika Trading kalian sedang terjadi cutloss beruntun

Kalau misalnya kalian baru aja cutloss berturut-turut dalam seminggu misalnya 4x, 5x atau 6x. Momen itu juga adalah momen terbaik bagi kalian untuk stop sebentar, evaluasi, dan belajar lagi. Apakah ada kesalahan yang kalian lakukan? ini mirip dengan point kedua tapi preventifnya. Jangan dipaksakan kalau memang abis cutloss berturut-turut. Kenapa?

karena yang ditakutkan adalah kalian melakukan : Trading tidak objektif, revenge trading, hingga overtrade dengan kondisi rugi makin parah. CUTLOSS TEROSS !!

 

Sesekali ngmongin yang invest kali ya? bosen juga ngmongin trading terus. buat kalian yang nanya, saham kayak apa si yang bagus buat diinvest kalian bisa coba baca artikel ini deh.

1. Lagi Murah

Saham apapun itu, mau bca, bri, bni, atau saham lain. menurut gw kriteria ini kriteria wajib yang harus ada. gw hanya akan beli saham yang memang lagi murah secara valuasinya. gunanya apa murah? gunanya untuk mengurangi risiko yang ada. beli bca di 10.000 dengan beli bca di 9.000 tentu risikony akan lebih rendah di 9.000.

2. Growth

Perusahaan yang masih growth akan membuat valuasi atau harga saham yang kita beli jadi murah. bayangin, asumsi growth laba bersih 20% / tahun. maka dalam 3 tahun laba bersihnya uda x2. artinya kalau kita beli di per 10, 3 tahun lagi jadi 5 itu PER. jadi penting banget buat nyari perusahaan yang masih growing.

3. Dividen

Menurut gw ini kriteria yang penting juga, kalau dia bisa bagi dividen rutin ya bagus. kalau bisa dicombine dengan point pertama dan timing beli kita pas, dividenny uda bsa bikin gacor sih. selain itu dividen ini juga jadi buffer kita ketika nunggu saham yang kita beli naik. jadi setidakny ga rugi2 amat kalau sethaun ga kemana2 sahamnya.

Anyway, selain ngerti invest, gw juga ngerti trading. dan spesialisasi gw di day trading, buat kalan yang mau belajar lebih detil tentang day trading, lengkap dengan screening dan cara nyari saham yang bagus untuk day trading gimana serta metode yang bakal dikupas tuntas tentunya, kalian bisa kepoin kelas day trading gw dibawah👇👇
https://cuanbarengkoko.com/webinar-day-trading/

kalau mau bayar via tokped juga bisa ya
https://tokopedia.link/BIkRoiMiVHb

 

Pernah denger soal gap? jadi gap adalah suatu kondisi harga dimana harga opening tiba-tiba loncat diatas atau turun dibawah closing harga hari sebelumnya. Nah, pertanyaannya, mana yang bakal ketutup? ada 4 jenis gap yang wajib kalian tau :

1. Normal gap

Biasanya terjadi ketika trendnya masih range sideways. volumenya juga ga signifikan. tidak ada yang mendominasi dsni, baik buyer / seller. dan most likely akan tertutup.

2. Breakaway gap

Gap ini lanjutan dari normal gap. terjadi ketika breakout dari base atau range sidewaysnya. volume transaksinya biasanya besar karena berbentuk break dan cenderung lama / sulit untuk ditutup.

3. Runaway gap

Nah kalau gap yang ini lanjutan dari breakaway. biasanya pada tahap awal breakaway gap ada runaway gap. jadi dia ngelanjutin si gap sebelumnya di trend yang kuat (uptrend / downtrend). biasanya cenderung lama ditutup apalagi kalau trendnya bener-bener kuat.

4. Exhaustion gap

Kalau yang ini, tahap akhir dari gap. gap ini merupakan nafas akhir dari gap. ini terjadi ketika trendnya uda cape naik atau cape turun. volumenya dan volatilitasnya juga biasanya tinggi banget disini. coba deh combine sama elliot wave, harusnya bisa keliatan bahwa ini gap terakhir. most likely akan ketutup, karena biasanya terjadi reversal disini.

Sisa 3 seat buat kamu yang mau belajar day trading lebih deep, detil dan pengen jadi seorang day trader yang mandiri. Bisa kepoin link dibawah ya untuk pendaftaran. Inget, trading itu bergantung ke diri sendiri, bukan ke orang lain

https://cuanbarengkoko.com/webinar-day-trading/

kalau mau bayar via tokped juga bisa ya 👇👇
https://tokopedia.link/BIkRoiMiVHb

Investasi di obligasi adalah investasi yang cocok bagi yang baru mengenal dunia investasi. Obligasi memberikan kalian stabilitas dan pendapatan tetap, yang menjadikannya pilihan ideal bagi pemula yang belum siap menghadapi volatilitas pasar saham.

Mengapa Obligasi Cocok untuk Pemula?

Obligasi dianggap investasi yang lebih aman karena menawarkan pembayaran bunga yang stabil dan pengembalian pokok pada saat jatuh tempo. Bagi pemula, ini memberikan ketenangan, terutama ketika masih belajar tentang dinamika pasar keuangan. Selain itu, obligasi membantu dalam diversifikasi portofolio, yang dapat mengurangi risiko keseluruhan.

Strategi Investasi Obligasi:

1. Laddering Obligasi:

"Laddering" adalah strategi di mana Anda membeli obligasi dengan jatuh tempo yang berbeda. Misalnya, Anda dapat membeli obligasi yang jatuh tempo dalam 1, 3, dan 5 tahun. Strategi ini memberikan aliran pendapatan yang stabil dari obligasi yang jatuh tempo pada interval waktu yang berbeda. Ketika obligasi yang lebih pendek jatuh tempo, Anda dapat menginvestasikan kembali modal dalam obligasi baru yang mungkin menawarkan kupon lebih tinggi.

2. Diversifikasi dengan Berbagai Jenis Obligasi:

Sebagai pemula, diversifikasi adalah kunci. Investasikan dalam berbagai jenis obligasi, seperti obligasi pemerintah, korporasi. Obligasi pemerintah cenderung lebih aman, sementara obligasi korporasi bisa menawarkan hasil yang lebih tinggi dengan risiko lebih besar. Diversifikasi ini membantu mengurangi risiko keseluruhan portofolio Anda.

3. Pilih Obligasi dengan Peringkat Kredit Tinggi:

Memilih obligasi dengan peringkat kredit tinggi adalah cara yang baik untuk mengurangi risiko. Peringkat kredit menunjukkan kemampuan penerbit obligasi untuk memenuhi kewajiban keuangannya. Obligasi pemerintah atau perusahaan dengan reputasi baik biasanya memiliki peringkat kredit tinggi, yang berarti risiko gagal bayar lebih rendah. Sebagai pemula, hindari obligasi berperingkat rendah, atau "junk bonds," yang meskipun menawarkan hasil tinggi, memiliki risiko yang lebih besar.

 

Situs ini bukan bagian dari Facebook atau Facebook Inc. Selain itu, situs ini tidak berkaitan sama sekali dengan situs Facebook dalam hal apapun. FACEBOOK adalah merek dagang dari FACEBOOK, Inc.

This site is not a part of the Facebook website or Facebook Inc. Additionally, this site is not endorsed by Facebook in any way. FACEBOOK is a trademark of FACEBOOK, Inc.
CuanBarengKoko.com - Copyright © 2021, All Rights Reserved.
crossmenu