Belajar Investasi Saham buat Pemula dari Nol Bermodal Kecil

Posted by Nelson Nofanta
July 27, 2025

Belajar investasi saham dari nol bukan lagi hal yang ribet, bahkan kalau modalnya cuma Rp100 ribu. Banyak banget informasi yang bahas cara investasi saham modal kecil yang bisa diakses cuma dari HP, cocok buat pemula yang ingin langsung praktik tanpa harus pusing teori. Bahkan, ada juga buku belajar saham dari nol dalam format PDF yang bisa kamu baca kapan aja.

Nggak cuma buat pemula, mereka yang udah lama nyemplung di dunia saham pun tetap butuh upgrade ilmu. Ada aja ilmu-ilmu baru di pasar saham yang bikin siapa pun perlu ngerti cara dan strateginya. Apalagi kalau kamu berniat dapat cuan harian, cara trading saham harian penting banget dipelajari supaya bisa eksekusi sesuai momentum.

Sekarang ini banyak aplikasi investasi saham yang punya fitur edukasi bawaan, tapi kalau mau dapat ilmu langsung dari expert berpengalaman terus bisa langsung tanya jawab, langsung aja belajar bareng di Cuan Bareng Koko. Materinya dibikin sesederhana mungkin lengkap dengan eBook PDF gratis, cocok buat kamu yang mau belajar serius tanpa buang waktu.

Menurut data Bursa Efek Indonesia (IDX), jumlah investor ritel terus naik tiap tahun, tapi banyak yang akhirnya berhenti karena nggak tahu cara mengelola portofolio dengan benar. Karena itu, belajar dari ahlinya jadi langkah awal yang tepat biar nggak cuma ikut-ikutan beli saham, tapi ngerti kenapa harus beli dan kapan harus jual.

Nah, di artikel ini kita bakal bahas lebih lanjut semua hal seputar belajar investasi saham dari nol, dari memilih aplikasi yang tepat, sampai strategi investasi dengan modal kecil.

Belajar Investasi Saham dari Nol, Dasar-Dasar Pembelajarannya Apa Saja?

#image_title

Masuk ke dunia saham buat pemula tuh ibarat naik motor pertama kali. Kelihatannya aja gampang, tapi ternyata banyak hal yang harus dipahami sebelum benar-benar melaju. 

Supaya nggak asal gas dan malah jatuh di tikungan, yuk kita bahas apa aja sih yang perlu dipelajari saat mulai investasi saham dari nol?

1. Pahami Dulu Apa Itu Saham

Saham itu bukti kalau kamu punya "jatah kepemilikan" atas suatu perusahaan. Ketika beli saham, itu berarti kamu ikut punya bagian kecil dari perusahaan itu. 

Sebagai pemilik saham, kamu akan menikmati dua keuntungan: dividen (bagi hasil dari keuntungan perusahaan) dan capital gain (keuntungan dari kenaikan harga saham). Tapi jangan bayangkan bisa langsung dapat bagian duduk di kursi direksi ya. 

Semuanya tetap tergantung proporsi kepemilikanmu. Nah, transaksi jual-belinya dilakukan lewat bursa efek dan butuh bantuan perusahaan sekuritas alias broker.

2. Mulai dari Literasi Dulu, Jangan Asal Beli!

Jangan buru-buru buka aplikasi trading terus asal klik beli! Pahami dulu ilmunya. Pahami konsep dasar kayak risiko, return, apa itu blue chip, kenapa orang ngomongin LQ45, sampai perbedaan analisis fundamental dan teknikal. 

Banyak sumber gratis kok: artikel, video YouTube, podcast, bahkan komunitas investor di media sosial. Intinya, jangan males baca. Modal cuan dimulai dari modal tahu.

3. Buka Rekening Efek di Sekuritas Resmi

Kalau udah paham dasar-dasarnya, waktunya bikin rekening efek biar bisa mulai beli saham. Pilih sekuritas yang terdaftar di OJK. Perhatikan juga biaya transaksi, fitur aplikasinya nyaman atau ribet, dan pastikan layanan pelanggannya responsif. Gampangnya, pilih sekuritas yang bisa bikin kamu nyaman belajar dan praktik.

3. Tentukan Tujuan Investasi dari Awal

Mau cuan cepat atau investasi jangka panjang? Mau buat dana pensiun, DP rumah, atau biaya kuliah anak? Semua itu harus jelas sejak awal. Dari situ kamu bisa bikin trading plan, kapan beli, kapan jual, mau cut loss di titik berapa, dan berapa target cuan yang masuk akal. Tanpa arah, kamu bakal gampang kebawa angin pasar.

4. Pakai Uang Dingin

Investasi itu bukan tempat buat uang darurat, apalagi uang utang. Mulailah dari nominal kecil, sesuai kemampuan. Yang penting bukan seberapa besar modal awalmu, tapi seberapa konsisten kamu belajar dan evaluasi. Uang dingin berarti dana yang kalau pun hilang, hidup kamu tetap aman-aman aja.

5. Pelajari Analisis Fundamental dan Teknikal

Kalau kamu tipe yang suka riset dan pengamatan data, analisis fundamental cocok buat kamu. Fokusnya ke kinerja dan prospek perusahaan. Tapi kalau kamu lebih suka baca grafik dan melihat pola, analisis teknikal bisa jadi senjata kamu buat cari momen beli dan jual yang tepat. Idealnya, pelajari dua-duanya biar nggak buta arah.

6. Langsung Coba, tapi Jangan Lupa Evaluasi

Teori tanpa praktik itu cuma wacana. Cobalah beli saham meskipun nilainya kecil. Dari situ, kamu bisa belajar secara langsung bagaimana pasar bergerak, gimana rasanya lihat portofolio merah, atau saat cuan terasa nyata. Tapi jangan berhenti di situ. Evaluasi secara rutin: apa yang salah, apa yang berhasil, dan apa yang bisa diperbaiki.

7. Jaga Emosi, Jangan Jadi Korban FOMO

Pas harga saham naik, godaan euforia itu nyata. Sebaliknya, pas turun, panik juga bisa bikin salah langkah. Di sinilah mental investor diuji. Ingat, investasi bukan adu cepat, tapi adu sabar. Tetap tenang, pegang rencana awal, dan ingat prinsip klasik: high risk, high return. Supaya risiko nggak jadi bom waktu, sebar portofolio alias diversifikasi.

Contoh Aplikasi Investasi Saham dan Tips Memilihnya

#image_title

Sekarang banyak aplikasi investasi yang legal, diawasi OJK, dan tampilannya juga bersahabat buat pemula. Tapi, dari sekian banyak pilihan, mana yang cocok buat kamu?

Nah, berikut ini daftar aplikasi saham yang sudah legal dan punya fitur yang layak dicoba.

Contoh Aplikasi Investasi Saham

Aplikasi Fitur Unggulan Kelebihan untuk Pemula
Ajaib Minimal deposit rendah, notifikasi realtime, rekomendasi saham berdasarkan profil risiko Daftar mudah, antarmuka simpel, bisa mulai dari Rp10.000
Stockbit Komunitas diskusi, virtual trading, analisis teknikal & fundamental. Bisa belajar langsung bareng komunitas, simulasi trading tanpa modal
IPOT Robot trading, tanpa minimal deposit, riset pasar lengkap. Mulai investasi dengan modal Rp100 ribu, proses digital, fee kompetitif
MOST Mandiri Data riset, kelas edukasi, fitur auto order, support dari Mandiri Sekuritas. Banyak materi belajar, cocok buat yang butuh bimbingan awal.
BIONS UI modern, auto order, trailing stop, akses langsung ke riset pasar. Aplikasi dari BNI Sekuritas, reputasi terpercaya, antarmuka kekinian

Tips Memilih Aplikasi Investasi Saham

Biar nggak salah langkah pas mulai investasi, berikut ini beberapa tips dalam memilih aplikasi investasi saham.

1. Legalitas Itu Mutlak

Cek dulu apakah aplikasinya udah terdaftar dan diawasi OJK. Kalau nggak ada di daftar resmi, mending skip aja.

2. Perhatikan Siapa Di Balik Aplikasi

Biasanya aplikasi yang dikelola perusahaan sekuritas besar atau anak perusahaan bank punya sistem yang lebih stabil dan dukungan teknis yang lebih oke.

3. Tampilan Juga Penting

Kalau aplikasinya susah dipakai atau tampilannya ruwet, kamu bisa males buka. Pilih yang user-friendly, apalagi kalau kamu baru mulai.

4. Biaya-Biaya Jangan Disepelekan

Cek fee jual beli saham dan minimal depositnya berapa. Biar kamu bisa atur strategi dari awal.

5. Fitur Pendukung Bisa Jadi Penentu

Fitur kayak virtual trading, notifikasi harga, laporan riset, dan edukasi gratis bisa bantu kamu ambil keputusan yang lebih bijak.

6. Jangan Lupa Soal Layanan Pelanggan!

Masalah teknis itu bisa terjadi kapan aja. Pastikan customer service mereka responsif dan mudah dihubungi.

7. Baca-Baca Review Pengguna Lain

Cek rating dan komentar di Play Store atau App Store. Jangan cuma lihat bintang lima, tapi baca juga keluhannya!

Mau Tahu Cara Trading Saham Harian? Belajar di Cuan Bareng Koko

Jika kamu lagi nyari tempat belajar trading saham harian yang bukan sekadar ngajarin teori doang, tapi langsung kasih strategi yang bisa kamu praktikkan setiap hari, kelas Day Trading dari Cuan Bareng Koko patut banget jadi pilihan. 

Tidak cuma ngomongin soal beli dan jual saham, tapi juga membentuk cara berpikir trader untuk disiplin, realistis, dan bisa tahan emosi saat pasar lagi naik turun.

Program ini dirancang khusus buat kamu yang punya target profit harian 1%. Bukan dengan tebak-tebakan atau spekulasi, tapi melalui metode yang sudah terbukti langsung diuji oleh mentor yang memang turun ke pasar. Dan mentornya bukan kaleng-kaleng: Koko Nelson Nofanta, seorang trader berpengalaman yang tidak hanya fokus di saham, tapi juga forex dan cryptocurrency. 

Salah satu keuntungan kelas ini adalah struktur belajarnya yang jelas dan to the point. Gak akan ada materi yang bikin kamu muter-muter tanpa arah. Mulai dari mindset trading, cara screening saham yang pas buat day trading, sampai strategi entry-exit yang berbasis sinyal teknikal. Semuanya diuraikan dengan praktis dan bisa langsung kamu pakai. Ditambah cara baca grafik dengan indikator sederhana tapi efektif.

Soal biaya, kelas ini sangat ramah buat kantong. Dengan modal kurang dari Rp150 ribu, kamu sudah dapat akses materi, dukungan komunitas belajar, dan panduan yang bisa langsung dipraktikkan. Itu jauh lebih murah dibanding risiko besar karena eksperimen sendiri di pasar tanpa panduan yang matang.

Belum lagi, kamu juga bisa mulai coba ilmunya lewat e‑Book gratis dari Cuan Bareng Koko, sebagai pengantar sebelum terjun lebih dalam. Jadi, sebelum kamu capek nyoba sendiri dan mungkin bisa boncos, mending mulai dari yang sudah jelas dan terbukti.

author avatar
Nelson Nofanta

Situs ini bukan bagian dari Facebook atau Facebook Inc. Selain itu, situs ini tidak berkaitan sama sekali dengan situs Facebook dalam hal apapun. FACEBOOK adalah merek dagang dari FACEBOOK, Inc.

This site is not a part of the Facebook website or Facebook Inc. Additionally, this site is not endorsed by Facebook in any way. FACEBOOK is a trademark of FACEBOOK, Inc.
CuanBarengKoko.com - Copyright © 2021, All Rights Reserved.
crossmenu